Kamis, 13 Januari 2011

Aku dan Perasaan KU

    Frans
  •   Belajar Dari Elang

       Kawan, saya membaca dari sebuah artikel tentang kehidupan elang yang penuh dengan tantangan hidup yang dapat kita ambil pelajaran untuk kita terapakan di kehidupan kita.

       Seperti yang kita tahu, Elang merupakan lambang pemberani dan keperkasaan yang merajai langit. Dengan paruh yang tajam, cakar dengan cengkraman kokoh dan sayap yang lebar, Elang terbang dan menjalani kehidupannya dengan berani. Elang mampu hidup hingga 70 tahun melebihi umur makhluk hidup pada umumnya. Akan tetapi tahukah kawan untuk mencapai umur itu, seekor elang harus mengalami pergejolakan hidup yang harus dilewatinya.
        Pergejolakan itu dimulai ketika elang mulai menginjak umur 40 tahun. Umur yang tak lagi membuat kembali perkasa kecuali dia bisa melewatinya. Hanya ada dua pilihan menunggu kematian atau harus mengalami transformasi yang sangat menyakitkan. Betapa tidak menyakitkan dengan keadaan cakarnya mulai menua, paruhnya yang panjang dan membengkok dan sayapnya menjadi terasa sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, selama 150 hari ia harus mengubah keadaan fisiknya menjadi perkasa kembali.
          Pertama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru.
        Kedua, dengan paruhnya yang baru, elang harus mencabut satu persatu cakar- cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh,
        ketiga, dengan cakar yang baru, elang akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh.
           Setelah melalui proses yang sangant menyakitkan itu, elang mulai dapat terbang kembali dengan paruh, cakar dan sayapnya yang baru, elang tersebut siap memulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi sperti saat perkasanya dulu!
             Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.
               Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
**Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diriku sendiri dan diriku sang penguasa atas diriku sendiri. Tak akan ku biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melemahkan semangat diriku.**






Tidak ada komentar:

Posting Komentar